{"id":5540,"date":"2023-02-27T05:39:48","date_gmt":"2023-02-26T22:39:48","guid":{"rendered":"https:\/\/belajarbeton.com\/?p=5540"},"modified":"2023-09-18T14:51:15","modified_gmt":"2023-09-18T07:51:15","slug":"agregat-sebagai-material-penyusun-beton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/","title":{"rendered":"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton"},"content":{"rendered":"<p>Sumber foto: pexels.com<\/p>\n<p>Agregat merupakan material alami atau buatan yang berfungsi sebagai bahan campuran beton. Agregat menempati +70% volume beton, sehingga sangat berpengaruh terhadap sifat apapun kualitas beton, sehingga pemilihan agregat merupakan bagian yang penting untuk pembuatan beton.Agregat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu agregat alam dan agregat buatan.<\/p>\n<p>Agregat alam merupakan agregat yang bentuknya alami, terbentuk berdasarkan aliran air sungai dan degradasi. Agregat yang terbentuk dari aliran air sungai berbentuk bulat dan licin. Sedangkan agregat buatan merupakan agregat yang berasal dari hasil sambingan pabrik-pabrik semen dan mesin pemecah batu.<\/p>\n<p>Dalam setiap pekerjaan kontruksi apapun, agregat merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu diperlukan pemahaman yang lebih mengenai agregat supaya menghasilkan kontruksi yang baik dan berkualitas.<\/p>\n<p>Menurut Silvia Sukirman (2003), agregat merupakan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lain, baik yang berasal dari alam maupun buatan yang berbentuk mineral padat berupa ukuran besar maupun kecil (fragmen-fragmen) yang berfungsi sebagai bahan campuran atau pengisi dari suatu beton.<\/p>\n<p>Sedangkan menurut Tjokrodimulyo (1992) agregat umumnya digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu:<\/p>\n<p>1. Batu, untuk besar butiran lebih dari 40mm<br \/>\n2. Kerikil, untuk besar butiran antara 5mm sampai 40mm<br \/>\n3. Pasir, untuk butiran antara 0,15mm sampai 5mm<\/p>\n<p>Jenis agregat yang digunakan sebagai bahan susunan beton adalah agregat halus dan agregat kasar.<\/p>\n<p>1. <strong>Agregat Halus<\/strong><br \/>\nMerupakan agregat yang lolos pada ayakan 4,75 mm. Menurut Nevil (1997), agregat halus merupakan agregat yang besarnya tidak lebih dari 5 mm, sehingga pasir dapat berupa pasir alam atau berupa pasir dari pemecahan batu.<\/p>\n<p>Agregat halus berbentuk butiran halus yang memiliki kealusan 2 mm &#8211; 5 mm ini dapat berupa pasir alami, hasil pecahan dari batuan secara alami, atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh mesin pemecah batu yang biasa disebut abu batu.<\/p>\n<p>Agregat ini tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%, serta tidak mengandung zat-zat organik yang dapat merusak beton. Kegunaannya adalah untuk mengisi ruangan antara butir agregat kasar. Adapun persyaratan agregat halus secara umum menurut SNI-03-6821-2002 adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras.<br \/>\n2. Butir-butir halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur karena faktor cuaca. Sifat kekal agregat halus dapat diuji dengan larutan jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang hancur adalah 10% berat.<br \/>\n3. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat kering), jika kadar lumpurnya melebihi 5% maka pasir harus di cuci.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Agregat halus harus mempunyai susunan besar butir dalam batas-batas berikut:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<table class=\"aligncenter\" width=\"380\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"204\"><strong>Ukuran Ayakan Lubang<br \/>\n(mm)<\/strong><\/td>\n<td width=\"176\"><strong>Persen Lolos Kumulatif<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">9.6<\/td>\n<td width=\"176\">100<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">4.8<\/td>\n<td width=\"176\">95 &#8211; 100<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">2.4<\/td>\n<td width=\"176\">80 &#8211; 100<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">1.2<\/td>\n<td width=\"176\">50 &#8211; 85<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">0.6<\/td>\n<td width=\"176\">25 &#8211; 60<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">0.13<\/td>\n<td width=\"176\">10 &#8211; 30<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"204\">0.15<\/td>\n<td width=\"176\">2 &#8211; 10<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>2. <strong>Agregat Kasar<\/strong><\/p>\n<p>Agregat kasar adalah agregat yang butirannya lebih besar dari 5 mm atau agregat yang semua butirannya dapat tertahan diayakan 4,75 mm. Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil dari disintegrasi dari batu-batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan manual atau mesin.<\/p>\n<p>Agregat kasar harus terdiri dari butiran-butiran yang keras, permukaan yang kasar. Agregat harus memenuhi syarat kebersihan yaitu, tidak mengandung lumpur lebih dari 1%, dan tidak mengandung zat-zat organik yang dapat merusak beton.<\/p>\n<p>Menurut Tjokrodimulyo (1996), beberapa faktor yang harus diperhatikan pada saat pemilihan untuk pekerjaan campuran beton, yaitu bentuk agregat: Bentuk agregat dipengaruhi oleh dua sifat, yaitu kebulatan dan sperikal. Kebulatan atau ketajaman sudut ialah sift yang dimiliki yang tergantung pada ketajaman relatif dari sudut dan ujung butir.<\/p>\n<p>Sedangkan sperikal adalah sifat yang tergantung pada rasio anatara luas bidang permukaan butir dan volume butir. Bentuk butiran agregat lebih berpengaruh pada beton segar dari pada setelah beton mengeras. Berdasarkan bentuk butiran agregat dapat dibedakan menjadi, bulat, tidak beraturan, bersudut, memanjang, pipih, panjang dan pipih.<\/p>\n<p>a. <strong>Bulat<\/strong><br \/>\nUmumnya agregat ini berbentuk bulat atau bulat telur. Permukaannya agak licin, pengaruh gesekan selama transportasi terbawa arus air. Pasir atau kerikil jenis ini umunya berasal dari sungai atau pantai.<\/p>\n<p>b. <strong>Tidak Beraturan<\/strong><br \/>\nBentuk alamnya tidak beraturan, atau sebagian terjadi karena pergeseran dan mempunyai sisi tepi bulat. Pasir atau kerikil jenis ini biasanya berasal dari sungai, darat, atau dari lahar gunung.<\/p>\n<p>c. <strong>Bersudut<\/strong><br \/>\nBentuk ini tidak beraturan memiliki sudut-sudut yang tajam dan permukaannya kasar. Yang termasuk jenis ini adalah semua yang dihasilkan dari alat mesin pemecahdari berbagai jenis batu.<\/p>\n<p>d. <strong>Memanjang<\/strong><br \/>\nButir agregat dikatakan memanjang jika panjangnya melebihi kedua sisi dimensi lainnya atau panjang lebih dari tiga kali lebarnya.<\/p>\n<p>e. <strong>Pipih<\/strong><br \/>\nDisebut pipih jika tebalnya jauh lebih kecil darikedua dimensi lainnya.Biasa disebut pipih bila tebalnya kurang dari sepertiga lebar. Agregat ini berasal dari batuan-batuan yang berlapis.<\/p>\n<p>f. <strong>Panjang dan Pipih<\/strong><br \/>\nMaterial yang panjangnya melebihi lebarnya dan lebarnya melebihi tebalnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber foto: pexels.com Agregat merupakan material alami atau buatan yang berfungsi sebagai bahan campuran beton. Agregat menempati +70% volume beton, sehingga sangat berpengaruh terhadap sifat apapun kualitas beton, sehingga pemilihan agregat merupakan bagian yang penting untuk pembuatan beton.Agregat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu agregat alam dan agregat buatan. Agregat alam merupakan agregat yang bentuknya alami, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":35,"featured_media":3827,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[38],"channel":[],"keyowrds":[],"class_list":{"0":"post-5540","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-artikel","8":"tag-produk-beton"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Agregat Sebagai Material Penyusun Beton - Belajar Beton<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton - Belajar Beton\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sumber foto: pexels.com Agregat merupakan material alami atau buatan yang berfungsi sebagai bahan campuran beton. Agregat menempati +70% volume beton, sehingga sangat berpengaruh terhadap sifat apapun kualitas beton, sehingga pemilihan agregat merupakan bagian yang penting untuk pembuatan beton.Agregat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu agregat alam dan agregat buatan. Agregat alam merupakan agregat yang bentuknya alami, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Beton\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-26T22:39:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-18T07:51:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/belajarbeton.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/resized_beautiful-view-construction-site-city-during-sunset.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Product Research and Standardization WSBP\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Product Research and Standardization WSBP\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/\",\"url\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/\",\"name\":\"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton - Belajar Beton\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-02-26T22:39:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-18T07:51:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#\/schema\/person\/0686128edafe4c7218b0d4a21cd57ee8\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/\",\"name\":\"Belajar Beton\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#\/schema\/person\/0686128edafe4c7218b0d4a21cd57ee8\",\"name\":\"Product Research and Standardization WSBP\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"\/\/www.gravatar.com\/avatar\/7fd9739c3ef622cbadf95acba05948c6?s=96&#038;r=g&#038;d=mm\",\"contentUrl\":\"\/\/www.gravatar.com\/avatar\/7fd9739c3ef622cbadf95acba05948c6?s=96&#038;r=g&#038;d=mm\",\"caption\":\"Product Research and Standardization WSBP\"},\"url\":\"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/author\/product-research-and-standardization-wsbp\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton - Belajar Beton","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton - Belajar Beton","og_description":"Sumber foto: pexels.com Agregat merupakan material alami atau buatan yang berfungsi sebagai bahan campuran beton. Agregat menempati +70% volume beton, sehingga sangat berpengaruh terhadap sifat apapun kualitas beton, sehingga pemilihan agregat merupakan bagian yang penting untuk pembuatan beton.Agregat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu agregat alam dan agregat buatan. Agregat alam merupakan agregat yang bentuknya alami, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/","og_site_name":"Belajar Beton","article_published_time":"2023-02-26T22:39:48+00:00","article_modified_time":"2023-09-18T07:51:15+00:00","og_image":[{"width":1620,"height":1080,"url":"http:\/\/belajarbeton.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/resized_beautiful-view-construction-site-city-during-sunset.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Product Research and Standardization WSBP","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Product Research and Standardization WSBP","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/","url":"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/","name":"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton - Belajar Beton","isPartOf":{"@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#website"},"datePublished":"2023-02-26T22:39:48+00:00","dateModified":"2023-09-18T07:51:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#\/schema\/person\/0686128edafe4c7218b0d4a21cd57ee8"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/agregat-sebagai-material-penyusun-beton\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/belajarbeton.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Agregat Sebagai Material Penyusun Beton"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#website","url":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/","name":"Belajar Beton","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#\/schema\/person\/0686128edafe4c7218b0d4a21cd57ee8","name":"Product Research and Standardization WSBP","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/#\/schema\/person\/image\/","url":"\/\/www.gravatar.com\/avatar\/7fd9739c3ef622cbadf95acba05948c6?s=96&#038;r=g&#038;d=mm","contentUrl":"\/\/www.gravatar.com\/avatar\/7fd9739c3ef622cbadf95acba05948c6?s=96&#038;r=g&#038;d=mm","caption":"Product Research and Standardization WSBP"},"url":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/author\/product-research-and-standardization-wsbp\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5540"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6484,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5540\/revisions\/6484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5540"},{"taxonomy":"channel","embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/channel?post=5540"},{"taxonomy":"keyowrds","embeddable":true,"href":"https:\/\/belajarbeton.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/keyowrds?post=5540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}