Solux-Paint: Inovasi Cat Fotovoltaik Perovskite-Mikroalga untuk Energi Bersih dan Reduksi Emisi Karbon

Daffa Rahmatullah

Ditayangkan :

Desember 23, 2025
14:07
0
(0)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Pada ajang Chemical Engineering Research Competition 2025 diperkenalkan inovasi Solux-paint, yaitu cat fotovoltaik berbasis material perovskite yang dipadukan dengan mikroalga fotosintetik. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) yang menjadi penyebab utama perubahan iklim global akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Solux-paint dikembangkan sebagai solusi energi terbarukan yang tidak hanya mampu menghasilkan listrik, tetapi juga menyerap karbon dari atmosfer.

Berbeda dengan panel surya konvensional berbasis silikon yang membutuhkan biaya tinggi dan kinerja optimal hanya di bawah cahaya langsung, Solux-paint dapat bekerja secara efisien dengan cahaya difus, yaitu cahaya matahari yang telah tersebar oleh awan atau partikel udara. Material perovskite berperan mengubah energi cahaya menjadi listrik melalui efek fotovoltaik, sementara mikroalga seperti Chlorella vulgaris melakukan fotosintesis untuk menyerap CO₂ dan menghasilkan oksigen. Sinergi ini menjadikan Solux-paint sebagai teknologi biofotovoltaik yang ramah lingkungan dengan efisiensi hingga 26%.

Proses pembuatan Solux-paint melibatkan sintesis nanopartikel perovskite berbasis methylammonium lead iodide (CH₃NH₃PbI₃) yang memiliki kemampuan tinggi dalam penyerapan cahaya. Mikroalga dikeringkan menggunakan metode freeze-drying agar tetap aktif, kemudian dicampurkan ke dalam cat melalui teknik sonikasi untuk memastikan homogenitas. Cat ini dapat diaplikasikan pada berbagai permukaan seperti dinding, atap, hingga jendela tanpa memerlukan struktur tambahan, sekaligus berkontribusi menurunkan kadar CO₂ di lingkungan perkotaan.

Dengan mengintegrasikan teknologi material dan bioteknologi, Solux-paint menawarkan langkah konkret menuju Net Zero Emission serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Inovasi ini dikembangkan oleh Foursma Team dari SMA Negeri 4 Denpasar yang beranggotakan Bintang Mahesa Pramuditia Widodo, I Gede Evan Praditya Uthama, dan I Putu Dimas Pramudya Sastra, sebagai bukti nyata peran generasi muda Indonesia dalam menghadirkan solusi ilmiah berkelanjutan bagi masa depan yang lebih hijau.

Apakah Informasi ini Bermanfaat Untukmu?

Klik pada bintang untuk memberikan penilaian!

Rating rata-rata 0 / 5. Banyaknya rating: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemberitaan

Artikel Serupa

Artikel Terkait