Beton Permeabel dalam Mewujudkan Resilient Infrastructure for a Sustainable Future

FAJRI DWI NOVANDY 1

Last Updated :

April 6, 2026
11:49
0
(0)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Penulis: Lomba dan Riset Teknik Sipil Unsoed (@lrts.unsoed)

Perubahan iklim yang semakin ekstrem serta intensitas curah hujan yang tinggi menuntut dunia konstruksi untuk beradaptasi menuju sistem infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Di tengah tantangan tersebut, inovasi material menjadi kunci utama dalam menciptakan solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Salah satu inovasi yang kini banyak diperbincangkan adalah beton permeabel, material yang dirancang khusus untuk memungkinkan air meresap langsung melalui permukaannya, sehingga membantu mengurangi genangan dan memperbaiki sistem drainase perkotaan.

Berbeda dengan beton konvensional yang bersifat kedap air, beton permeabel memiliki struktur berpori yang memungkinkan air hujan menembus permukaan jalan dan langsung meresap ke dalam tanah. Dengan kemampuan ini, beton permeabel mampu mengurangi limpasan air permukaan (surface runoff), menekan risiko banjir, serta membantu mengisi kembali cadangan air tanah. Konsep ini mendukung prinsip resilient infrastructure, yaitu infrastruktur yang mampu beradaptasi dan bertahan terhadap perubahan kondisi lingkungan, termasuk curah hujan ekstrem yang kini semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.

Peran beton permeabel dalam mewujudkan infrastruktur yang resilien dan berkelanjutan sangat krusial. Infrastruktur tangguh membutuhkan sistem yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi ekstrem seperti banjir atau perubahan iklim. Dengan menggunakan beton permeabel maka berbagai kebutuhan maupun jenis infrastruktur seperti jalan, trotoar, dan area parkir tidak hanya lebih tahan terhadap banjir tetapi juga membantu mengelola air secara efisien dan ramah lingkungan.Dengan pengaplikasian beton permeabel menurunkan risiko kerusakan infrastruktur, menambah umur layak bangunan, dan mengurangi biaya pemeliharaan. Oleh karena itu, beton permeabel merupakan solusi inovatif yang mendukung pembangunan infrastruktur hijau dan berkelanjutan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Proses pembuatan beton permeabel dimulai dengan pencampuran bahan utama yaitu semen portland, agregat kasar dengan ukuran seragam (tanpa agregat halus atau pasir), air, dan admixture khusus untuk menghasilkan porositas yang tinggi dan rongga yang saling terhubung. Proporsi campuran beton dirancang untuk menghasilkan beton dengan tingkat porositas yang memungkinkan air meresap melalui permukaan beton. Setelah pencampuran merata, adukan beton dituangkan ke dalam cetakan atau lokasi kerja, kemudian diratakan dan dipadatkan secara ringan agar struktur pori tetap terjaga. Beton kemudian dibiarkan mengeras dan dirawat dengan metode curing, biasanya dengan penyiraman air secara rutin untuk memastikan kekuatan dan daya tahan beton terpenuhi.

Namun demikian,diantara beberapa keunggulan yang dimiliki oleh beton permeabel, terdapat beberapa kekurangan maupun tantangan yang perlu dihadapi diantaranya yaitu beton permeabel kurang baik digunakan untuk perkerasan yang membutuhkan kuat tekan besar atau lalu lintas yang padat, hal ini dikarenakan nilai kuat tekan beton berpori yang relatif kecil membuat aplikasi beton berpori sebagai perkerasan jalan sangat terbatas. Selain itu juga diperlukan waktu proses curing yang lebih lama dimana proses curing beton berpori harus dilakukan sesegera mungkin dari saat pengecoran dan baru selesai kurang lebih sekitar 7 hari. Kurangnya standarisasi mengenai beton berpori dalam bidang pengujian, metode serta perencanaan di Indonesia serta dalam pembuatannya memiliki spesifikasi khusus dan cara pembuatan khusus, sehingga dibutuhkannya tenaga yang sudah ahli dalam melakukannya menjadikan pengeluaran awal lebih mahal dari pada beton normal

Di berbagai negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Australia, beton permeabel telah menjadi bagian dari standar green infrastructure yang mendukung pembangunan kota berketahanan tinggi. Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk menerapkan teknologi ini, mengingat kondisi curah hujan yang tinggi dan tantangan banjir perkotaan yang semakin meningkat. Pada akhirnya, beton permeabel bukan sekadar inovasi material, tetapi juga simbol perubahan inovasi atau gagasan dalam dunia konstruksi dari sekadar membangun yang kuat menjadi membangun yang selaras dengan alam.

Apakah Informasi ini Bermanfaat Untukmu?

Click on a star to rate it!

Rating rata-rata 0 / 5. Banyaknya rating: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemberitaan

Artikel Serupa

Related Article